Jumat, 18 Juli 2014

Tips perawatan lovebird muda yang kurang aktif atau jarang bunyi

Perawatan lovebird yang kurang aktif dan jarang bunyi
Lovebird muda butuh asupan pakan yang tepat 
untuk membuatnya aktif dan rajin bunyi.
Tidak semua lovebird itu cerewet. Selalu ada beberapa individu lovebird yang selama dirawat hanya diam saja, terutama lovebird muda yang berumur 3 – 7 bulan. Jika kebetulan Anda memiliki lovebird muda yang aktif atau jarang bunyi, maka harus segera dilakukan perubahan pola pakan dalam rawatan hariannya.
tips perawatan lovebird muda yang kurang aktif atau jarang bunyi.

Perawatan burung lovebird muda
Mandi dan jemur pada lovebird muda perlu 
ditingkatkan agar burung selalu aktif dan rajin bunyi.

Ketika berumur 5 bulan, lovebird mulai mendekati masa dewasa kelamin. Pada umur ini, burung cenderung mudah latah, aktif, dan mulai rajin bunyi.
Bagaimana jika burung terlihat kurang aktif, kurang rajin bunyi, atau jarang bunyi?
Ada beberapa faktor yang menyebabkan lovebird muda kurang aktif dan jarang bunyi, antara lain:
  • Pakan kurang lengkap.
  • Pakan tambahan yang membuat burung cenderung ngantukan / malas-malasan.
  • Burung kurang mandi.
  • Burung kurang jemur.
  • Birahi burung secara genetik kurang jos.
Untuk mengatasinya, hal pertama yang bisa Anda coba adalah mengubah menu pakannya. Pakan utama sebaiknya diberikan dalam bentuk oplosan, yang terdiri atas :
  • 1.000 gram (1 kg) milet warna putih
  • 100 gram milet warna merah
  • 100 gram jewawut merah
Note: Porsi per komponen pakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, yang penting proporsinya sama. Misal jika milet putihnya 500 gram, maka milet merah dan jewawut merah masing-masing 50 gram.
Semua pakan bijian tersebut dicuci terlebih dulu dengan air bersih sebelum digunakan. Tujuan pencucian untuk menjamin pakan benar-benar bersih dari bakteri, cacing, dan kotoran yang bisa menggangu organ-organ pencernaan burung.
Pencucian hingga bersih harus dilakukan jika Anda membeli pakan dalam bentuk kiloan. Sebab seringkali saat membersihkannya dengan air bersih, kita akan mendapati kotoran-kotoran dalam bentuk pasir kecil, kotoran tikus, kulit biji yang rusak, kutu, dan sebagainya, hiiii….
Pakan tambahan atau extra fooding (EF) bisa berupa jagung muda yang manis atau jagung sayur. Adapun pemberian kangkung distop dulu, karena sebagian besar lovebird lovers menganggap pemberian kangkung pada burung muda cenderung membuat burung sering malas-malasan.
Sebagai gantinya, Anda bisa memberikan biji bunga matahari atau biji kuaci sebenyak 5 – 10 biji. Pakan ini bisa diberikan beberapa kali dalam seminggu.
Untuk lovebird yang malas bunyi dan kurang aktif, frekuensi mandi bisa ditambah. Misalnya setiap 1-2 jam sekali. Durasi penjemuran juga bisa ditingkatkan.
Untuk menjaga stamina dari burung sehingga memiliki energi cukup untuk beraktivitas dan mengeluarkan suara panjang-panjang, berikan multivitamin seperti BirdVit 2-3 kali dalam seminggu.
Dengan perawatan seperti ini, maka dalam waktu sekitar 1-2 minggu akan terlihat perbedaan performa dari lovebird muda Anda. Burung relatif lebih aktif, dan rajin bunyi.

Sumber :  http://omkicau.com

Rabu, 09 Juli 2014

Mandi Malam Bisa Turunkan Birahi Anis Merah

Terapi Mandi Malam pada anis merah memang biasa diterapkan kalau burung mengalami macet bunyi atau hanya ngeriwik saja. Tujuannya selain untuk membuat burung tenang, mengurangi stress dan juga adalah agar esok, setelah diembunkan, burung mau kembali berkicau.  Hal ini pula yang diterapkan oleh Ade dari Trubus Alami Bird Farm yang mempunyai beberapa burung Anis Merah Jagoan seperti Ronggeng, Celeng, Silver dan banyak lagi lainnya yang sudah diorbitkan menjuarai Kelas Anis Merah di kota Malang.
Ronggolawe-Anis-Merah-02“Malam hari, merawat Anis Merah waktunya menjadi lebih panjang, karena aktifitas saya sudah padat dari pagi sampai sore. Karena dapat mandi sepuasnya, setelah mandi kemudian diangin-anginkan dan dikerodongkan kembali. Untuk paginya cukup dijemur setiap burungnya hanya setengah jam saja,”
Berikut Manfaat Mandi Malam Bagi Burung yang harus dalam kondisi prima untuk menghindarkan dari pilek, flu dan stress, dan dapat diterapkan pada Anis Merah Serta Anis Kembang
1. Mandi malam dapat membantu membersihkan kotoran pada bulu burung.
Misalnya dari kotoran/feces, kutu, dan debu yang menempel pada bulu.
2. Mandi malam dapat membuat burung kicau menjadi segar dan bugar.
3. Mandi malam sebagai terapi bagi burung yang mengalami over birahi (OB).
4. Mandi malam dapat membuat burung kicau semakin gacor.
5. Mandi malam dapat membuat suara kicauan burung semakin keras/lantang (biasa disebut ngeplong).

Sumber : http://ronggolawe.info/

Selasa, 01 Juli 2014

Tips Menjinakan Kacer Giras



Banyak di antara para kicau mania merasa kesulitan mencari cara menjinakan kacer, apakah itu kacer poci (jabar) atau kacer hitam (jatim).
Apa sebab? Kacer-kacer tersebut biasanya Mudah Hutan. Sehingga apabila  perawatan awal tidak tepat sasaran, burung tersebut bukanya makin jinak malah makin giras. Sayangnya, tidak ada aturan baku dalam masalah ini. Setiap orang biasanya memiliki cara yang berbeda-beda dalam menjinakkan kacer.Dan jeleknya, tidak semua pendapat yang ada bisa di aplikasikan ke burung kacer kita masing-masing. Perlu adanya modifikasi yang harus disesuaikan dengan kondisi burung pada saat “ini”. Namun, secara garis besar, cara menjinakkan kacer poci atau kacer hitam adalah sbb:
  • Jika burung masih terlihat stress, asingkan terlebih dahulu ketempat yang sepi hingga burung terlihat nyaman di sangkarnya
  • Mandikan kacer secara rutin (pagi/sore) sampai basah kuyup.
  • Kondisikan burung dalam keadaan lapar lalu kasih extra foodingjangkrik menggunakan tangan. Jika burung belum berani mematuk jangkriknya, ajari perlahan-lahan dengan bantuan lidi. Jangkrik di matiin lalu di taruh di ujung lidi. Setelah itu baru kita kasih ke burung. Untuk permulaan, mungkin bisa memakai lidi yang panjang.
  • Kemudian berangsur-angsur menggunakan lidi yg sedang, pendek dan dicoba
  • lewat tangan langsung
  • Hindari pengerodongan kecuali pada malam hari.
  • Gantang di tempat yang ramai dilalui oleh orang.
  • Gantang di tempat yg rendah (sebagai rujukan mungkin bisa 1 meter diatas permukaan tanah)
Ini cara terakhir jika cara-cara diatas tidak mempan. Titipkan burung tersebut ke family atau teman yg memiliki kios di pasar tradisional. Dengan digantang dipasar, biasanya dalam kurun 1 bulan, kacer poci atau kacer hitam muda hutan akan segera beradaptasi dengan lingkungan.

Sumber :  http://www.agrobur.com

Penyebab burung tidak mau jinak, meski sudah dirawat sejak lama



Menjinakan burung seharusnya sudah bukan lagi menjadi pertanyaan banyak kicau mania karena cara untuk ini sudah banyak diulas tuntas di semua media termasuk di agrobur.com, namun faktanya ternyata masalah ini tetap menjadi pertanyaan yang klasik dari sebagian besar penggemar burung kicauan di Indonesia , terlebih mereka yang memiliki masalah burung peliharaannya yang tetap tidak mau jinak meski sudah dirawat selama berbulan-bulan bahkan mencapai setahun.
Sebelum berlanjut pada pokok permasalahan, ada baiknya kita memperhatikan beberapa kondisi psikologis dari burung tersebut, misalnya:

Burung yang didapatkan dari tangkapan hutan, atau burung bakalan yang baru dibeli dari pasar burung. Banyak penggemar burung yang langsung memandikan dan menggantungnya di tempat yang ramai dengan akitivitas atau lalu-lalang manusia. Padahal hal itu justru tidak memberi dampak yang tidak baik bagi burung tersebut, alih-alih tambah jinak, burung justru akan bertambah liar. Karena itu, untuk burung bakalan yang baru anda dapatkan, sebaiknya burung tersebut dikarantina dahulu di tempat yang tenang agar bisa beradaptasi selama beberapa hari.
Jika burung bakalan dalam satu hari perawatan langsung diberi terapi penjinakan, misalnya dimandikan dengan basah dan diletakan di tempat yang ramai, maka yang ada adrenalin mereka akan selalu meningkat, yang mengakibatkan mereka akan merasa tidak tenang dan selalu bersifat curiga serta waspada, gerakan dikit saja dari kita mereka langsung pontang-panting didalam sangkarnya.  Jika beberapa hari burung terus dipaksakan di tempat ramai yang membuat adrenalin mereka selalu naik, maka sudah bisa dipastikan proses penjinakan akan mengalami kegagalan atau bisa berlangsung lebih lama dari yang biasanya.
Itulah sebabnya mengapa masih banyak pengemar burung yang mengaku burungnya tetap tidak mau jinak meski sudah dirawat selama berbulan-bulan atau tahunan . 
Maka metode berikut bisa anda coba sebagai alternatif dari proses penjinakan untuk burung yang lama tidak mau jinak.

Proses pendekatan melalui ucapan
Pada tahap ini, kita tidak perlu menggantung burung di lokasi yang ramai untuk menghindari mereka menjadi liar kembali, cukup ditempat yang tenang saja agar proses penjinakan ini bisa berjalan dengan cepat.
Proses pendekatan bisa dilakukan dan sebaiknya memang  harus dilakukan sebagai alternatif dalam proses penjinakan burung yang masih liar ini, pendekatan tersebut bisa saja berupa obrolan santai, sapaan ataupun panggilan akrab terhadap burung yang akan anda jinakan tersebut.
Burung seperti halnya mahluk hidup seperti kucing,  anjing bahkan kuda,  mereka memiliki naluri dan insting untuk menanggapi perkataan dari manusia termasuk panggilan dan sapaan dengan demikian kita akan mencoba mengambil kepercayaan mereka dengan menggunakan teknik pendekatan melalui kata-kata, misalnya jika kita mau memberi makan burung , ucapkan salam lalu sambil ajak bicara burung tersebut untuk tenang dalam kata-kata yang lembut , lakukan dengan rutin setiap kali kita melakukan aktivitas perawatan misalnya memandikan mereka, membersihkan kandangnya atau sambil memberikan pakan serangga seperti jangkrik.
Sebenarnya metode ini cukup efektif karena terbukti banyak dilakukan oleh banyak penggemar burung di seluruh dunia, namun bagi kita mayoritas penggemar burung di Indonesia tampaknya hal tersebut merupakan suatu hal yang berhubungan dengan gengsi atau sungkan jika terlihat oleh orang lain sedang berbincang-bincang dengan burung peliharaan kita, sehingga kita lebih sering bersiul dihadapan burung peliharaan dibanding berbicara untuk tujuan pendekatan.

Mandi dengan cara dipegang
Alternatif lain untuk menjinakan burung yang masih liar dan tidak mau jinak adalah memandikan burung tersebut dengan cara dipegang, seperti yang biasa dilakukan oleh orang tua-orang tua kita yang mencoba menjinakan burung perkutut ataupun ayam jago kesayangannya.
Mandi dengan cara dipegang juga termasuk salah satu metode yang peluang keberhasilannya lebih besar dibanding mandi dengan cara disemprot hingga basah kuyup. Pegang burung dengan cara yang tepat, lalu gunakan bak mandi atau baskom air untuk memasukan sebagian tubuh burung ( dengan kepala di atas ! ) kedalam wadah air tersebut lalu diangkat dan diusap merata dengan tangan kita. Pada burung paruh bengkok seperti lovebird, parkit dan nuri mandi dengan cara ini bisa langsung membuat mereka jinak dalam beberapa kali perlakuan.
Pada burung cucak hijau, kacer atau burung kicauan lain, pertama kali diberikan terapi tersebut burung akan merasa kaget dan sedikit stress sehingga mengurangi intensitas kicauannya, tetapi jika dilakukan secara rutin misalnya dua kali sehari, maka burung akan mulai menganggap hal tersebut sebagai bagian dari perlakuan normal dan juga burung akan mulai menganggap tindakan tersebut sebagai hukuman yang secara perlahan burung akan mulai memberikan perubahan sikap ( melunak ) terhadap kita dalam waktu beberap hari.
Setelah burung dimandikan dengan cara tersebut , segera berikan makanan kesukaannya agar burung menganggap bahwa proses tersebut berakhir dengan menyenangkan karena bisa mendapatakan makanan yang segar dan lezat.

Beberapa burung kicauan seperti wambi atau burung jenis lainnya yang memiliki sifat liar atau susah jinak, ternyata bisa ditaklukan dengan menghadirkan pasangannya atau burung sejenis yang berbeda jenis kelamin. 
Penjinakan ini biasanya dilakukan dengan cara memandikan burung hingga basah kuyup lalu ditempel dengan burung betina yang sudah jinak ( sukur - sukur burung betina tersebut sudah jinak total ) , selama ditempel burung tersebut diberikan terapi penjinakan misalnya memberikan serangga dengan tangan yang sebelumnya dicontohkan pada burung betinanya, atau sambil mempermainkan burung betina ( misalnya menyuruh burung betina mematuki tangan kita ) kita memberi pengertian pada burung jantan tersebut bahwa kita bukan sesuatu yang harus ditakutkan.
Dengan melakukan hal tersebut secara rutin, dalam waktu yang tidak terlalu lama, burung yang susah jinaknya tersebut akan cepat menjadi jinak. dan selanjutnya bisa anda berikan lagi tahap berikutnya yaitu penjinakan total jika diinginkan.

Itulah hal-hal yang menjadi penyebab burung tidak mau jinak dalam waktu yang cukup lama. 


Sumber :  http://www.agrobur.com