Selasa, 23 September 2014

Memilih voer yang tepat untuk burung peliharaan



Memelihara burung agar tetap sehat tentu dibutuhkan perawatan rutin setiap harinya, termasuk selalu menyediakan pakan yang bisa dikonsumsi oleh burung baik itu voer dan juga pakan tambahannya atau extra fooding seperti serangga atau buah-buahan. Namun terkadang kita terlalu bersemangat memilihkan burung dengan jenis voer yang kita tentukan sendiri, tanpa memahami apakah pakan tersebut cocok dengan burung atau tidak. Untuk kita marilah untuk sejenak kita membahas mengenai pemilihan voer yang tepat bagi burung peliharaan.
Dipasar-pasar burung kita sudah bisa menemukan beragam jenis merek-merek dari pakan kering (voer) untuk burung kicauan, yang semuanya itu bahkan bervariasi baik dari segi harga dan juga kualitasnya. Namun terkadang banyak penggemar burung yang cenderung memiliki anggapan bahwa pakan yang berharga mahal tentu akan lebih baik dari segi kualitasnya, padahal masalah harga tidak bisa dijadikan sebagai patokan dari kualitas suatu barang atau pakan.
Untuk mengetahui apakah burung tersebut akan cocok dengan pakan barunya yang akan kita tawarkan bisa diketahui dengan cara-cara sebagai berikut:
Jika anda memiliki rekan yang kebetulan menggunakan voer yang berbeda dari yang anda gunakan, lalu dikatakannya kalau voer tersebut sangat baik bagi burungnya (tambah aktif dan rajin bunyi), maka yang perlu anda lakukan adalah jangan terburu-burung membeli pakan tersebut di pasaran, tetapi ada baiknya anda meminta sedikit saja (setengah cepuk) pada rekan anda itu, untuk anda coba pada burung kesayangan di rumah. Jika setelah mengkonsumsi pakan tersebut terjadi perubahan warna pada kotoran burung yang disertai dengan lendir atau cairan (kotoran yang berair) dan berbau, maka itu artinya burung tidak cocok dengan voer tersebut, jadi anda tidak perlu membeli pakan tersebut untuk burung anda itu , akan tetapi jika burung tidak menunjukkan perubahan dalam bentuk kotoran, dan burung bertambah aktif, dan tambah rajin berbunyi, maka itu artinya pakan tersebut memang sudah cocok dengan burung anda, jadi anda bisa membeli pakan tersebut di pasaran .
Untuk mengetahui apakah burung yang kita miliki menyukai voer yang akan kita tawarkan, bisa juga dilakukan dengan cara menyediakan beberapa jenis voer berbeda merek yang diletakkan dalam wadah terpisah, lalu biarkan burung menentukan voer mana yang sangat disukainya.
Kita juga harus bisa memahami perilaku burung yang kerap mengacak-acak voernya, karena itu artinya burung tidak nyaman dengan makanannya tersebut, selain itu banyak juga voer tiruan atau palsu yang beredar di pasaran yang menggunakan bahan pewarna kimia atau bahan-bahan kimia tertentu (misalnya bahan kimia pengawet) dalam pembuatannya. Untuk itu anda perlu waspada dengan perilaku burung tersebut, karena sebagian besar jenis burung memiliki kepekaan yang tinggi terhadap beberapa macam jenis voer yang diberikan padanya.
Ketika memberikan burung dengan makanan kering (voer) yang bersuplemen tinggi atau tinggi kandunan proteinnya, maka untuk mencegah burung kelebihan protein, hindari memberikan EF atau pakan tambahan lain yang tinggi protein seperti jangkrik, belalang, kroto, atau ulat hongkong pada burung tersebut. 

Hindari juga mengganti voer yang digunakan ketika burung sedang menjalani masa mabungnya, karena hal itu bisa mengakibatkan proses mabung menjadi terganggu, selain itu hindari juga terlalu sering menggonta-ganti voer karena hal itu bisa menyebabkan burung mabung lebih cepat.
Itulah beberapa hal yang patut anda ketahui mengenai pemilihan voer yang tepat bagi burung peliharaan.

Sumber :  http://www.agrobur.com

Minggu, 14 September 2014

All about aktivitas mandi pada burung berkicau

Aktivitas mandi menjadi bagian tak terpisahkan dari perawatan burung berkicau. Mandi memiliki beberapa manfaat bagi burung. Persoalannya, apakah burung harus dimandikan setiap hari? Apakah sehari cukup sekali atau dua kali. Bagaimana metode memandikan burung yang baik dan benar? Artikel kali ini diberi judul all about aktivitas mandi pada burung berkicau, karena membahas segala hal yang berkaitan dengan aktivitas tersebut. 
Memandikan burung
Mandi memiliki banyak manfaat bagi burung berkicau.
Meski Anda sering melihat burung selalu membersihkan bulu-bulu dengan paruhnya, jangan berfikiran mereka tidak perlu dimandikan. Faktanya, mandi bagi burung baik di alam liar maupun dalam sangkar / kandang memiliki sejumlah manfaat. Selain menghilangkan kutu / tungau yang menyelinap pada bulu-bulu dan permukaan kulitnya, juga mencegah bulu burung cepat rusak dan kering.
Sebagian besar burung lokal, atau memiliki habitat asli di Indonesia, terbiasa hidup dalam lingkungan dengan kelembaban udara cukup tinggi. Hal ini biasa terjadi pada negara-negara dengan iklim tropis di Indonesia, yang memiliki musim hujan dan kemarau.
Burung-burung yang hidup di negara tropis memiliki aktivitas preening (bersolek, merapikan bulu-bulunya) lebih sering daripada burung-burung yang hidup di belahan utara dan selatan Bumi. Mereka punya instink untuk membersihkan bulu dari jamur dan parasit, khususnya kutu dan tungau, yang mudah sekali menyelinap pada bulu dan permukaan kulitnya.
Beberapa manfaat jika kita rutin memandikan burung
1. Menjaga kesehatan burung
Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan burung adalah memandikannya secara teratur. Aktivitas mandi dapat membuat kutu, tungau dan parasit lainnya  untuk membersihkan bulu-bulu dari hama dan parasit. Burung yang jarang dimandikan sangat rentan memiliki bulu-bulu yang cepat kering dan rusak. Dalam beberapa kasus, burung cenderung mengalai alopecia atau kerusakkan bulu yang berakibat kebotakan.
2. Menjaga kebersihan bulu
Bulu burung yang selalu terjaga karena kontinyu dimandikan akan selalu digunakan burung secara maksimal, terutama bulu sayap dan bulu ekor yang sering digunakannya untuk beraktivitas.
Bulu yang selalu dipenuhi kotoran, debu, apalagi dihinggapi kutu dan tungau, akan mempengaruhi sifat insulasi burung atau membuat bulu menjadi tidak anti-air (anti-waterproofing).
Jika menimpa burung liar,  burung akan mati secara perlahan-lahan. Jika menimpa burung piaraan, ekses utamanya adalah burung mudah stres, tidak tenang, sering mencabuti bulunya, dan sering turun ke dasar sangkar.
Manfaat burung dimandikan
Aktivitas mandi bisa menjaga kelenturan,
 kebersihan, dan kemilau bulu-bulu burung.
Di alam liar, beberapa jenis burung seperti tengkek mudah tenggelam saat berburu makanan jika bulu-bulunya sudah tidak memiliki sifat insulasi atau anti-air.
Beberapa jenis burung lainnya kesulitan terbang, sebab setiap mengepakkan sayapnya, bulu-bulu langsung rusak dan tidak bisa digunakan secara sempurna sehingga. Akibatnya, ia sulit menghindar dari kejaran burung predator / pemangsa.
3. Merangsang burung untuk merapikan bulunya
Setelah mandi, burung akan melakukan preening, atau merapikan bulu-bulunya menggunakan paruh. Burung memperbaiki posisi bulu yang miring, acak-acakan, atau keriting, sehingga bulu-bulu kembali pada tempatnya.
Hal itu bisa diamati pada sebagian besar burung berkicau yang kita pelihara. Yang sangat kentara pada burung yang punya ekor panjang, seperti burung murai batu. Jika burung jarang mandi, maka ekornya cenderung tidak rapi atay berantakan. Namun setelah mandi, dalam sekejap ekornya akan terlihat lebih rapi.
Bulu yang rapi merupakan modal utama burung dalam mencari pasangannya, sekaligus modal utama untuk mengeluarkan kicauannya, apalagi ketika bertemu lawan-lawannya di arena lomba.
Burung dengan bulu-bulu yang rapi dan berkilauan akan memiliki kepercayaan diri / mental yang baik ketika berhadapan dengan burung betina dan / atau burung sejenis. Dengan demikian, burung bisa menampilkan semua performa suara serta gayanya, terlebih pada burung-burung yang bersifat teritorial seperti murai batu, kacer, ciblek, tledekan, dan sejenisnya.
Frekuensi mandi dan beberapa perkecualian
Seperti disebutkan sebelumnya, burung berkicau yang dipelihara di Indonesia rata-rata memiliki habitat lingkungan dengan kelembaban cukup tinggi. Di alam liar, burung-burung dari keluarga punglor / anis dan kucica / sikatan menyukai habitat teduh dan lembab, yang berada tidak jauh dari air mengalir. Sebab mandi merupakan aktivitas penting bagi mereka.
Alat untuk mandi burung
Beragam perlengkapan untuk memandikan 
burung peliharaan.
Sangat direkomendasikan untuk memandikan burung setiap hari selama 2-3 kali. Jika tidak mungkin melakukannya secara teratur, karena kesibukan kerja, maka mandi bisa dilakukan 2-3 kali seminggu, dengan waktu yang diusahakan tetap.
Namun ada beberapa hal yang membuat kita tidak perlu memandikan burung, terutama jika melihat burung dalam kondisi :
  • Masih piyikan atau anakan.
  • Burung sedang tidak sehat atau sakit.
  • Burung bakalan yang baru didapatkan dari pasar burung (dimandikan setelah burung beradaptasi dengan lingkungan baru).
Cara memandikan burung
Ada beberapa cara memandikan burung berkicau yang selama ini dilakukan para kicaumania, yaitu:
  • Menggunakan sprayer yang disemprotkan.
  • Mengisi air ke dalam bak mandi yang ada dalam kandang karamba.
  • Meletakkan bak mandi kecil / cepuk air ke dalam sangkar hariannya.
  • Memandikan sambil memegangi burung. terutama untuk proses penjinakan.
Masalah yang muncul ketika burung dimandikan
Burung yang tidak terbiasa dimandikan tentu akan ketakutan ketika pertama kali melihat genangan air, terutama mandi di dalam bak / karamba mandi. Biasanya burung akan bersifat waspada. Meski akhirnya mandi, hal itu dilakukannya dengan sangat cepat.
Jika Anda menjumpai burung seperti itu, latihlah dengan membiasakannya mandi dalam bak mandi, sehingga burung akan menganggap waktu mandi adalah waktu bermain-main dengan air.
Rangsang burung untuk segera menceburkan tubuhnya ke dalam bak mandi dengan menyemprot bagian dada, punggung, sayap, dan ekor burung, menggunakan sprayer yang disetel halus.
Jika kesulitan memancing burung untuk masuk karamba mandi atau mendekat bak mandi, gunakan pakan (serangga atau buah). Tips lain ketika burung ogah masuk karamba mandi bisa dibuka lagi di sini:
Suhu air dalam bak mandi bisa disesuaikan, tergantung kondisi cuaca atau suhu udara. Saat musim kemarau dengan cuaca sangat terik, Anda bisa memandikan burung menggunakan air  dingin. Saat musim hujan dengan cuaca dingin, burung bisa dimandikan dengan dengan air biasa dicampur air panas sedikit. Tapi ingat, jangan memandikan burung dengan air terlalu panas, karena akan merusak lapisan minyak pada bulu burung.
Menjemur burung usai mandi
Setelah mandi, sebaiknya burung jangan langsung dijemur di bawah terik matahari dalam kondisi basah kuyup, karena bisa merusak bulu dan membaut bulunya cepat keriting. Sebaiknya diangin-anginkan sebentar untuk mengeringkan bulu yang masih basah selama 3 – 5 menit. Setelah itu, burung dijemur dengan waktu yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Ada beberapa jenis burung yang memiliki ketahanan terhadap panas, sehingga bisa dijemur sekitar 2 – 3 jam sehari. Tetapi ada juga burung yang tidak tahan terhadap cuaca panas, sehingga penjemuran sebaiknya kurang dari 1,5 jam sehari.
Penjemuran yang baik dilakukan pada pagi, mulai pukul 06.00. Jangan menjemur burung melebihi pukul 10.00, karena tak ada lagi ultraviolet yang mengandung provitamin D. Provitamin D ini sangat baik untuk pertumbuhan tulang.
Meski asupan kalsium dalam pakan maupun suplemen tercukupi, belum tentu mineral esensial ini bisa diserap organ pencernaan burung jika burung kekurangan vitamin D. Provitamin D dari sinar matahari pagi inilah yang akan diolah menjadi vitamin D.
Penjemuran pada siang hari, apalagi dalam kondisi cuaca terik, bisa menyebabkan burung mengalami dehidrasi, bulu-bulu yang mudah kering dan patah, serta yang lebih parah lagi berpotensi mengalami heat stress atau heat stroke.
Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan aktivitas mandi pada burung berkicau. Meski nampak sepele, tapi jika diabaikan bisa berakibat fatal.


Sumber :  http://omkicau.com

Senin, 08 September 2014

Tips menjinakkan burung cucak hijau yang giras banget

Memelihara burung bakalan yang masih giras memang bisa membuat stres pemiliknya, he.. he.., terutama ketika burung grabag-grubug di dalam sangkar saat kita mendekatinya untuk memberi pakan. Berbeda dari jenis burung kicauan lain yang relatif mudah dijinakkan, cucak hijau terkadang sulit dibuat jinak dengan cara-cara biasa. Ini namanya cucak hijau giras banget.
Berikut ini tips menjinakkan burung cucak hijau yang giras banget
Tips menjinakkan cucak hijau yang masih giras
Tips menjinakkan cucak hijau yang giras banget.
Meski sudah banyak panduan mengenai cara menjinakkan burung bakalan, faktanya masih banyak ijomania yang dibuat repot dengan piaraannya yang masih giras, dan terlihat tetap liar.
Tidak seperti jenis burung kicauan lainnya, karakter cucak hijau memang cukup unik. Burung ini cenderung “kumaha aing” atau “bagaimana saya saja“.
Ketika membeli cucak hijau bakalan, umumnya mereka tak terpengaruh oleh proses penjinakan yang kita lakukan sesuai dengan cara-cara biasa. Dalam berbagai kasus, banyak ijomania yang sudah berminggu-minggu melakukan penjinakan, namun cucak hijau masih tetap tidak mau jinak.
Semoga tips menjinakkan burung cucak hijau berikut ini bisa menjadi solusi bagi Anda yang masih dipusingkan dengan girasnya burung piaraaan di rumah.
Biarkan burung beradaptasi
Ketika baru saja membeli cucak hijau bakalan dari pasar burung, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyimpan burung tersebut dalam kandang yang bersih dan menggantungnya di tempat sepi, tanpa ada burung lain. Lakukan hal ini selama beberapa hari.
Proses adaptasi ini bertujuan agar cucak hijau terbiasa dengan kondisi sangkar serta segala aksesoris di dalam sangkar, seperti tempat makan, tempat minum, dan tenggeran. Hal ini bisa mencegah burung berperilaku di luar kontrol, seperti ketakutan lalu menabrak-nabrak jeruji sangkar yang bisa melukai bagian tubuhnya.
Simpan burung di tempat tenang. Jika tidak memiliki lokasi untuk menggantung burung, kerodong saja burung selama beberapa hari. Kerodong hanya dibuka saat kita mengganti pakan atau membersihkan sangkar.
Berikan pelajaran kepada burung
Ketika burung sedang dilatih untuk jinak, tetapi ia tetap merasa kenyang dengan pakan berlimpah, tentu hal itu tak akan efektif. Banyak burung yang masih tetap giras meski sudah menjalani latihan penjinakan selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.
Salah satu cara yang cukup efektif adalah memberikan pelajaran kepada burung bahwa kita bukanlah musuh yang harus ditakutinya, melainkan kawan dan pelayan yang akan memberikannya banyak makanan lezat untuknya.
Sebagian besar burung cucak hijau memiliki ritme waktu tersendiri. Mereka tahu kapan ingin istirahat, dan kapan ingin melakukan aktivitasnya. Hal tersebut jarang ditemukan pada spesies burung lain yang biasanya tetap aktif di malam hari jika lampu ruangan masih menyala.
Pada cucak hijau, meski lampu ruangan masih menyala, mereka rata-rata bersifat “pelor” atau nempel-molor, ketika kita mau memasukkannya ke dalam rumah pada sore hingga malam harinya.
Melihat perilakunya yang demikian, kita bisa memberinya pelajaran dengan cara mencabut tempat pakan, minum, dan buah-buahan setiap kali burung dibawa masuk ke rumah untuk beristirahat.
Dengan cara seperti ini, maka ketika bangun pada pagi harinya, cucak hijau tidak akan mendapati pakannya. Nah, saat itulah kita bisa mulai memberikan latihan penjinakan. Kita melatihnya saat burung merasa lapar.
Melatih jinak dengan membiarkan burung merasa lapar
Melatih jinak cucak hijau dengan 
membiarkannya merasa lapar.
Pagi harinya, ketika merasa lapar, biasanya burung akan terlihat sering berada di dasar sangkar untuk mencari pakan. Pada saat itulah kita sodorkan buah pisang dengan tangan kita di luar sangkarnya.
Untuk pertama kalinya, burung mungkin masih merasa ketakutan. Tetapi jika Anda gigih, cucak hijau akan mulai berani mendekati dan mematuk pakan kesukaannya itu.
Jika burung sudah berani mengambil pakan, selanjutnya sodorkan buah pisang atau serangga dengan posisi tangan kita masuk ke dalam sangkar(melalui pintu).
Apabila cucak hijau masih berani mengambil pakan, kita bisa melakukan sesuatu yang lain, yaitu menyodorkan  tangan kosong. Nah, kalau dia berani mematuki tangan kita, itu artinya cucak hijau sudah tidak takut lagi dengan kita. Dia akan menganggap kita sebagai pelayan (wah, sialan, he.. he..) sekaligus kawan.
Menjelang siang hari, pakan dan air minum bisa dipasang, dan dicabut lagi ketika burung siap untuk beristirahat. Dengan melakukan hal rutin seperti ini, maka cucak hijau yang semula giras banget pun akan cepat menjadi jinak.
Biasakan dalam keramaian
Setelah cucak hijau memiliki keberanian mengambil pakan secara langsung dari tangan kita, sekarang waktunya untuk mengenalkan burung pada lingkungan manusia. Cara yang lazim dilakukan banyak orang adalah menggantung burung di tempat ramai.
Hal tersebut bertujuan meningkatkan daya adaptasinya agar mengenali lingkungan sekitar, juga membiasakan burung menghadapi lalu-lalang manusia. Dengan begitu, karakter dan mentalnya mulai terbentuk, sehingga bisa mempercepat kondisi rajin berbunyi.
Itulah beberapa tips singkat seputar cara menjinakkan burung cucak hijau yang masih giras dan sulit dijinakkan.

Sumber : http://omkicau.com

Senin, 01 September 2014

Tips membersihkan sangkar dan segala aksesorisnya

Memelihara burung berkicau disebut hobi, karena ada seni perawatan dan kepuasan batin tak ternilai. Perawatan bukan sekadar bagaimana memenuhi kebutuhan pakan bernutrisi, atau rutinitas mandi dan jemur saja, tetapi juga konsistensi dalam membersihkan sangkar, tenggeran, tempat pakan, tempat minum, karamba mandi, hingga botol sprayer. Berikut ini tips membersihkan sangkar burung dan segala aksesorisnya, yang juga menjadi salah satu prasyarat agar burung selalu sehat dan rajin bunyi.

Jaga kebersihan sangkar
Sangkar dan peralatan yang bersih dan higienis 
membuat burung nyaman dan rajin berbunyi.
Meski burung sudah memperoleh pakan dengan nutrisi serasi-seimbang, namun jika masalah kebersihan disepelekan, maka perawatan pun menjadi sia-sia. Kok bisa?
Ya,  sangkar dan aksesoris yang kotor jelas mudah mengundang kuman-kuman penyakit, entah berasal dari jenis virus, bakter, jamur, hingga parasit seperti kutu, tungau, semut, cacing, dan sebagainya.
Bahkan, sangkar yang kotor pun sangat disukai tikus: predator yang kerap mengancam keselamatan burung kicauan di rumah. Sudah banyak burung jawara yang menjadi korban keganasan tikus, termasuk cucak hijau Dahsyat.
Sangkar, tempat pakan, dan wadah air minum yang kotor hanya membuat suasana sangkar tidak ubahnya seperti “kos-kosan kuman penyakit”.  Jangan heran jika burung yang awalnya sehat, mendadak menjadi malas bunyi dengan kondisi bulu-bulu tubuh yang sering mengembang.
Banyak penggemar burung kicauan yang melupakan hal ini, dengan membiarkan tempat makan dan air minum berlumut atau berjamur. Tenggeran dipenuhi bekas kotoran yang mengering, sangkar berbau, atau botol semprotan / sprayer yang digunakan untuk mandi burung terlihat kotor dan penuh jamur.
Membiarkan burung dalam kondisi seperti ini tentu berisiko terhadap kesehatan burung. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga higienitas sangkar aksesorisnya, dengan melakukan beberapa tindakan sebagai berikut :
  • Membersihkan sangkar dari sisa-sisa kotoran dan pakan
  • Membersihkan tempat pakan dan wadah minum dari lumut atau jamur
  • Membersihkan botol sprayer sebelum digunakan
  • Membersihkan karamba / bak mandi yang kotor dan berkarat
Banyak cara yang bisa digunakan untuk menjalankan aktivitas-aktivitas di atas. Berikut ini beberapa cara yang efektif dalam membersihan dan mencegah munculnya lumut / jamur dalam sangkar serta peralatan yang digunakan.
Membersihkan sangkar dari sisa-sisa kotoran dan pakan
Kalau kondisinya sudah mengering, sisa-sisa kotoran dan pakan yang menempel pada jeruji sangkar sulit dibersihkan. Karena itu, ketika sedang memandikan burung dalam karamba, manfaatkan waktu untuk membersihkan sangkar dan tenggeran atau tangkringannya.
Untuk hasil yang efektif, bersihkan dasar sangkar dengan air bersih, kemudian sikat jeruji atau sekat alas sangkarnya menggunakan sikat gigi bekas. Jangan lupa gunakan sabun agar kuman-kuman terbabat habis. Selain membersihkan sangkar, bagian tenggeran juga harus yang dibersihkan.
Setelah itu, sangkar dianginkan sebentar. Ingat, dalam kondisi basah, sangkar jangan langsung dijemur, karena sangat berpotensi mengubah struktur kayu atau bahan pembuatan sangkar. Jika sudah cukup kering, bolehlah dijemur tetapi sebentar saja.
Seminggu sekali, dengan cara yang sama, sangkar dibersihkan dengan menggunakan desinfektan khusus untuk burung , untuk membasmi semua kuman penyakit (kecuali virus) yang bandel dan tersembunyi di sela-sela sangkar.
Untuk memudahkan saat membersihkan kotoran pada sangkar burung, Anda bisa memanfaatkan lembaran kertas koran atau karpet sebagai alas sangkarnya. Dengan begitu, Anda tinggal mengambil koran dan menggantinya dengan lembaran koran lainnya, atau membersihkan karpet dari kotoran dan memasangkannya kembali setelah bersih.
Membersihkan tempat pakan dan minum
Tempat pakan dan wadah air minum pada burung mudah sekali terinfeksi jamur dan bakteri. Apalagi jika air minum atau voer yang digunakan tidak dilakukan penggantian secara rutin, sehingga dibiarkan selama beberapa hari.
Voer yang tersimpan selama beberapa hari dalam wadah pakan mudah rusak, karena sering terkena cahaya matahari, terkena suhu lembab, dan kecipratan kotoran atau air (semprotan atau hujan).
cara membersihkan tempat makan dan minum burung
Tempat pakan dan minum burung sering 
terkontaminasi kotoran dan jamur.
Akibatnya, bakteri mudah terbentuk dan jamur mulai menumpuk pada bagian dasar dari wadah pakan. Kalau pakan itu sampai dikonsumsi burung, besar kemungkinan burung akan mengalami gangguan pencernaan.
Hal yang sama terjadi juga pada air minum yang dibiarkan lebih dari sehari. Kotoran dan jamur mudah menempel, yang berakibat burung mudah mengalami diare.
Untuk membersihkan tempat pakan atau wadah minum yang terbuat dari plastik atau keramik, kita bisa memanfaatkan spons / busa yang biasa digunakan untuk mencuci piring.
Setelah wadah pakan atau wadah minum dibersihkan dengan air panas / hangat, gunakan spons untuk membersihkan jamur atau kotoran yang menempel.
Membersihkan botol sprayer
Botol sprayer / semprotan sering terlihat menghitam atau berjamur di dalamnya. Bagaimana cara membersihkannya. Jika dibersihkan dengan cara biasa, tentu akan sulit dilakukan karena mulut botol terlalu kecil.
Jangan bingung, berikut ini tips Om Kurniawan dari forum kicaumania mengenai cara membersihkan jamur yang ada di dalam botol sprayer. Dalam tipsnya, dia memanfaatkan asam sitrat (citric acid) yang bisa dibeli di toko bahan makanan atau toko kimia:
  • Masukkan sedikit air ke dalam botol sprayer.
  • Campurkan asam sitrat ke dalamnya, diamkan selama 10 menit.
  • Setelah itu, bilas botol sprayer dengan air bersih hingga benar-benar bersih.
  • Lakukan hal yang sama jika masih ada sisa-sisa jamur yang menempel.
Membersihkan karamba / bak mandi yang kotor dan berkarat
Hal yang sama dilakukan Om Antlisty terhadap bak / karamba mandi yang sudah kotor, bahkan penuh karat dan penuh jamur. Dia juga memanfaatkan asam sitrat untuk membersihkannya.
cara membersihkan bak mandi burung
Membersihkan karamba mandi 
burung yang kotor dan berkarat,
Berikut ini caranya:
  • Taburkan asam sitrat secara merata ke dalam bak / karamba mandi.
  • Tambahkan air ke dalam karamba mandin, hingga ketinggiannya mencapai setengah dari kapasitas bak.
  • Gunakan spons / busa untuk mencuci dan membersihkan karamba yang kotor, berlumut, berjamur, bahkan berkarat.
  • Setelah itu, bilas dengan air bersih atau sabun.
Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan dalam membersihkan sangkar dan segala aksesorisnya, agar burung merasa nyaman dan relatif terpelihara kesehatannya. Hanya burung yang sehat dan fit saja yang mampu berkicau dengan rajin.

Sumber : http://omkicau.com