Minggu, 02 November 2014

Aneka model kerodong burung dan manfaatnya

Kerodong banyak digunakan untuk membuat burung lebih tenang, mencegah stres, dan memberinya kesempatan istirahat. Model kerodong yang umum digunakan saat ini hampir tidak jauh berbeda dari model tempo dulu. Padahal banyak model kerodong burung yang bisa dibuat, dengan manfaat masing-masing.
Bentuk kerodong yang umum digunakan di Indonesia adalah selubung kain yang menutupi seluruh dinding sangkar, kendati pada bagian depan bisa dibuka dan ditutup dengan bantuan resleting. Jika mau, Anda bisa membuat perubahan pada model kerodong burung, di mana setiap model memiliki manfaat tersendiri.
1. Kerodong dengan model terbuka di bagian depan
Kerodong model terbuka di bagian depan
Kerodong model terbuka di bagian depan
Kerodong ini bagus digunakan pada ruangan sempit, dan Anda memiliki beberapa jenis burung yang sama misalnya pleci, ciblek, atau lainnya. Dengan menggunakan kerodong model terbuka pada bagian depannya, burung tidak akan bisa saling melihat dan cenderung saling bersahutan ketika salah satunya mengeluarkan suara panggilan.
Model kerodong ini juga bisa digunakan sebagai terapi bagi burung yang masih liar / giras, cenderung njeruji atau sering menabrak sangkar.
Selain model di atas, Anda bisa memodifikasi kerodong dengan memotong bagian depannyam lalu menambahkan kain yang bisa dibuka-tutup dan dikunci dengan kancing atau resleting seperti gambar di bawah ini:
Kerodong yang bagian depannya bisa diangkat dan terbuka
Kerodong yang bagian depannya bisa diangkat dan terbuka
2.  Kerodong model ninja
Kerodong model ninja
Kerodong model ninja
Kerodong model ninja ini mempunyai bagian depan yang separo terbuka. Kerodong bisa bermanfaat ketika menggantung beberapa burung yang sama secara berdekatan, terutama burung pleci atau ciblek. Kerodong ini pun bisa digunakan sebagai terapi bagi burung yang masih liar dan njeruji.
Manfaat lain yang bisa didapatkan dari kerodong model ninja adalah melindungi burung dari perubahan cuaca, sehingga burung di dalamnya tetap aktif dan rajin berbunyi.
3. Kerodong untuk harian
Kerodong
Kerodong untuk harian atau ketika burung dijemur
Bentuk kerodong yang terbuka namun tertutup pada bagian atas dan bawahnya ini bisa bermanfaat ketika digunakan dalam cuaca panas atau burung sering ditinggal pemiliknya saat sedang dijemur pada pagi hari.
Cahaya matahari pada pagi hari akan tetap masuk pada sangkar. Namun menjelang siang harim cahaya matahari terhalang oleh bagian atas kerodong sehingga burung tetap nyaman dan merasa teduh di dalam sangkarnya.
4. Bahan kain untuk kenyamanan burung
Jika selama ini Anda terbiasa membawa burung dengan kerodong berbahan tipis dan transparan, maka untuk kenyamanan selama perjalanan, atau agar burung bisa beristirahat total, maka bahan kain bisa bisa dipilih agak tebal.
bahan kain kerodong
Bahan kain yang digunakan sebagai kerodong burung


Sumber :  http://omkicau.com

Senin, 27 Oktober 2014

Pentingnya Menjaga Rawatan Murai Batu Dimasa Mabung

Murai Batu Mabung (Foto: ist) 

Saat burung mabung (molting/ngurak) menjadi saat-saat yang menjemukan bagi para pehobi burung berkicau, sebab dari mulai rontok bulu pertama sampai tuntas pergantian bulu baru, bisa memakan waktu sekitar 3 bulan. Belum lagi tambahan waktu satu sampai dua bulan untuk proses pengeringan bulu baru.
Nah bagi pehobi burung lomba, tentu terasa berat sebab timbul rasa kehilangan karena tidak bisa lagi membawa sang burung jagoannya ke lapangan. Tapi masa mabung juga sekaligus merupakan saat yang ditunggu tunggu, sebab ini kesempatan yang baik untuk menyeting ulang seekor murai batu untuk membuat performanya di lapangan jauh lebih baik dari masa sebelumnya.
Proses mabung atau molting merupakan siklus alami yang harus dialami oleh seekor burung. Biasanya hal ini terjadi setahun, tergantung jenis burung dan tata cara pergantian bulunya. Di alam aslinya proses mabung terjadi pada saat makanan berlimpah di hutan, sehingga murai batu secara naluri siap untuk melakukan pergantian bulu dan dilanjutkan dengan proses perkembangbiakkan.
Tetapi untuk murai batu yang dipelihara dari hasil penangkaran, terkadang siklus mabungnya menyimpang dari pola mabung murai hutan, bisa saja lebih cepat atau bahkan lebih lambat, tergantung pada pengaturan pola makanan. Tetapi secara umum pergantian bulu terjadi satu kali dalam setahun.
Pada masa mabung, kondisi murai batu dalam suasana tenang jauh dari suara bising. Jika kita tidak memiliki tempat khusus, murai batu harus di-full krodong pada saat mabung. Tetapi, jika kita punya ruangan khusus maka krodong boleh digunakan setengah dan full saat malam saja.
Selama masa mabung, hindari angin kencang, cuaca dingin, panas berlebih, serta udara yang pengap sehingga kita perlu hati-hati mengatur penggantangan dan penempatan burung. Gunakan satu tangkringan saja agar burung tidak terlalu aktif bergerak
Selain itu harus tetap dijaga kebersihan sangkar, pakan dan minum serta kebersihan EF yang digunakan. Bersihkan sangkar dan ganti pakan dan minum setiap hari saat pagi hari sebelum mandi dan penjemuran.
Untuk masalah mandi bisa tetap dilakukan, sebab mandi berguna untuk membersihkan kotoran yang ada pada bulu, terutama sisa sisa zat lilin yang masih melekat namun jangan dipaksakan. Jangan pernah memandikan burung dengan cara di semprot jika kita tidak pandai menggunakan dan mengatur cara penyemprotan yang benar.
Sementara penjemuran dilakukan mencukupi kebutuhan vitamin D dan menghindari parasit yang biasanya menempel pada bulu burung, tetapi intensitas dan lama penjemuran diminimalkan.
Jangan lupa cukupi kebutuhan nutrisi dengan memperbanyak extra fooding (EF), jangkrik, belalang, kroto dan sebagainya. Pemberiannya harus konstan namun tidak berlebihan.
Selama proses mabung, hindari timbulnya rasa iseng yang tidak perlu, seperti misalnya memancing murai batu dengan murai batu lain untuk fight (trek/tempel) atau juga menangkap dengan tangan. Sebab ini membuat proses mabung terganggu dan akhirnya bulu baru yang tumbuh menjadi tidak sempurna. Selamat mencoba.

Sumber :  http://mediabnr.com

 

Menghadapi Kacer yang Terlalu Birahi


(Foto: ist)Sering kita jumpai burung kacer ketika dilombakan mengalamai masalah. Entah itu tidak bunyi atau mbagong. Ada juga yang mengalami kacer yang terlalu birahi pada saat dilombakan. Kacer yang terlalu birahi akan mengurangi performa ketika dilombakan. Bila kita mendapati tingkah kacer sering bergerak ke samping sangkar sambil mematuk sangkar (ngeruji) atau biasanya beringkah tidak bunyi samasekali (mbagong) maka kacer tersebut mengalami over birahi.
Untuk mengurangi birahi pada kacer, ada hal yang harus diperhatikan dan dilaksanakan yaitu mengubah pola perawatan seperti porsi mandinya ditambah, porsi jemur dikurangi dan porsi tengger ditambah. Untuk porsi EF kita bisa mengurangi porsinya secara bertahap dari kebiasaan misalnya porsi jangkrik dikurangi tiap hari 1 ekor. Sampai kondisi birahi kacer berkurang, tentunya pengurangan porsi jangkrik harus dihentikan. Untuk pemberian kroto, sementara porsinya bisa dihentikan saja. Jika penampilan kacer masih kurang optimal, bisa dicoba pemberian menu jangkrik dihentikan dan menu wajibnya diganti dengan kroto dimulai dari porsi sedikit kemudian ditambah secara bertahap. Dengan cara ini biasanya cukup manjur dan terbukti oleh para kacermania.
Kacer yang kondisinya terlalu birahi lebih baik untuk sementara waktu diistirahatkan atau diasingkan saja dulu. Kalu bisa dimasukkan ke dalam kandang umbaran dengan mengontrol porsi EF nya sampai kondisi normal kembali. Jangan ikutkan lomba dulu karena untuk menangani kacer dibutuhkan kesabaran.


Sumber :  http://mediabnr.com

Senin, 20 Oktober 2014

Tips menyiapkan kacer agar siap lomba

Para pemilik kacer yang suka berlomba pasti berharap jagoannya bisa tampil maksimal dan memiliki mental bertarung yang baik, termasuk tidak mudah mbagong saat dilombakan. Semua itu hanya bisa diperoleh melalui perawatan harian dan jelang lomba secara tepat dan kontinyu. Berikut ini tips menyiapkan kacer agar siap lomba, khususnya melalui pengaturan pakan.
Menyiapkan kacer lomba
Menyiapkan kacer agar siap lomba bisa 
dimulai dari pengaturan pakannya.
Merawat burung kacer agar tampil maksimal sebenarnya mudah dilakukan, yaitu dengan memberikan perawatan harian secara rutin, termasuk menyediakan pakan tambahan (EF) yang kaya protein.
Pakan tambahan yang kaya protein seperti jangkrik menjadi menu wajib yang selalu ada setiap hari. Makin tinggi kadar protein yang dikonsumsinya, makin “beringas” pula karakter burung tersebut. Kondisi itulah yang dapat memicu birahinya sehingga burung menjadi lebih rajin bunyi (gacor) dan akan memiliki sifat lebih agresif daripada biasanya.
Karena itulah, banyak penggemar yang senang bereksperimen dalam memperoleh setelan yang pas, terutama porsi jangkrik dalam perawatan harian maupun perawatan menjelang lomba.
Berikut ini cara menyiapkan kacer agar menjadi burung yang lebih siap ketika dilombakan:
  • Pagi dan sore hari, kacer hanya diberikan jangkrik sebanyak 2 ekor saja. Pemberian jangkrik yang sedikit ini sengaja dilakukan agar burung tidak terlalu agresif dan membuang energinya untuk sesuatu yang tidak penting. Contohnya berkicau pada siang hari, atau menjadi galak pada burung lain maupun pemiliknya lantaran terlalu birahi.
  • Pemberian jangkrik yang sedikit tentu tidak dianjurkan bagi Anda yang memelihara kacer sebagai burung rumahan. Jika ingin mempunyai kacer yang rajin bunyi setiap harinya, pemberian jangkrik minimal 5 ekor pada pagi dan sore harinya.
  • Porsi kroto 1 sendok teh, dan diberikan selama 1-2 kali seminggu. Kroto bermanfaat sebagai tambahan energi untuk mendongkrak stamina burung.
  • Sehari menjelang lomba ( H-1) atau sore hari menjelang matahari terbenam, kacer diberi jangkrik dengan porsi  lebih dari 10 ekor. Beberapa penggemar bahkan memberikan jangkrik hingga 50 ekor agar burung tampil lebih maksimal keesokan harinya.
  • Setelah itu, burung dikerodong dan dibiarkan beristirahat. Tapi malam harinya, kacer diberikan mandi malam untuk mencegah over birahi saat akan dilombakan.
Adapun perawatan lain sebelum burung digantang tergantung dari karakter burungnya. Ada kacer yang tetap dikerodong dan baru dibuka saat mau digantang, ada pula yang memberikan pisang dan 1 ekor jangkrik, serta ada juga yang dicas sesama peserta atau dengan kacer betina. Sekali lagi, semuanya tergantung karakter burung.
Burung kacer akan menjadi lebih siap untuk dilombakan setelah mengatur kondisi birahinya
Kacer lebih siap dilombakan jika dilakukan 
pengaturan kondisi birahinya
Yang terpenting dalam memelihara burung kacer untuk lomba adalah menjaga birahi mereka tetap stabil, terutama selama 6  hari sebelum dilombakan untuk meredam emosi dan agar burung tidak terlalu banyak mengeluarkan energinya. Burung baru dibuat birahi menjelang saat-saat akan dilombakan, yang biasanya dilakukan pada H-1.


Sumber :  http://omkicau.com

Minggu, 05 Oktober 2014

Menyiapkan burung kacer untuk kontes

Burung kacer sudah menjadi burung favorit kicaumania di seluruh Indonesia. Burung yang terkenal dengan gaya ngobranya ini pun banyak dipelihara untuk tujuan dilombakan. Akan tetapi meskipun burung kacer termasuk jenis burung figther atau teritorial, namun tidak semua individu burung bisa dilombakan karena untuk itu dibutuhkan beberapa kondisi yang membuat burung tersebut siap untuk bertarung.



Ketika burung yang tidak siap lomba dipaksakan untuk bertanding maka akibatnya bisa menjadi sangat fatal, yaitu burung akan ngedrop dan pada kasus terparah burung akan mengalami kondisi yang kita sebut sebagai Mbagong permanen!, nah kalau sudah begitu burung kacer tersebut hanya akan menjadi burung rumahan saja yang dipelihara untuk didengarkan suara kicauannya.

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang wajib diperhatikan sebelum burung tersebut dilombakan.  

1. Mental burung 

Mental burung kacer adalah senjata utama yang bisa membuat burung tersebut mau bertahan dan terus menampilkan gaya dan suaranya selama lomba berlangsung. Mental berkaitan erat dengan perawatan hariannya, termasuk seringnya burung tersebut dilatih tanding dengan burung yang masih muda atau burung yang berkarakter buruk untuk tujuan membangkitkan mental dari kacer tersebut. 

Setelah burung memiliki mental yang ditandai dengan semakin beraninya burung tampil dihadapan lawannya, maka perawatan selanjutnya adalah menjaga karakter burung tersebut dengan perawatan yang rutin dan teratur yang tidak berubah-ubah.


2. Stamina Burung 

Menjaga stamina burung adalah salah satu faktor untuk meraih kemenangan dalam sebuah lomba, burung yang kurang stamina maka cenderung tampil pada awal-awalnya saja sedangkan di pertengahan mereka kebanyakan kehabisan energinya dan lebih banyak diam atau berjalan naik turun tangkringan. 

Stamina harus dijaga dengan memberikan pakan tinggi nutrisi, vitamin, olahraga, dan tidak mempertemukan dengan burung lain ataupun mendengarkan suara burung lain sebelum burung dipersiapkan untuk lomba 

3. Kebersihan sangkar 

Tidak bisa dipungkiri, kebersihan sangkar bisa menentukan sifat kacer sewaktu dilombakan. Sangkar yang kotor dengan sisa-sisa makanan berserakan di dasar sangkarnya maka akan membuat burung kacer akan mengalihkan perhatiannya dengan memunguti makanan di lantai dasar. Hal itu pasti dilakukan oleh kacer yang merasa terpojok oleh lawan sebagai upaya pengalihan perhatian. 

Jika sangkar bersih maka burung akan terus bertahan meski digempur oleh lawan-lawannya, karena itulah menjaga kebersihan sangkarnya adalah syarat wajib sebelum burung digantang. 

4. Ukuran sangkar 

Tempatkan burung dalam sangkar yang cocok bagi mereka. Sangkar yang terlalu besar cenderung membuat burung bertingkah nakal ketika sedang bertanding, sedangkan sangkar yang terlalu kecil cenderung membuat burung lebih banyak diam di dasar sangkarnya. 

5. Bentuk tenggeran 

Gunakan tenggeran yang kuat, tidak goyah dan kaki burung bisa mencengkeram dengan jari belakang yang melingkar ke depan dan jari depan tetap berada di atas. Jika jari-jari mereka mencengkeram dengan melingkari tenggeran itu artinya tenggeran terlalu kecil bagi burung dan biasanya gaya burung tidak akan bertahan lama karena selalu tubuhnya yang selalu goyah. Namun jika semua jari-jari burung berada di atas itu artinya tengeran terlalu besar dan burung tidak akan nyaman berada di atasnya. 

Berikan tenggeran yang tepat dengan posisi jari yang bisa mencengkeram 75-80% tenggerannya. Karena dengan begitu mau bergaya apapun kaki burung tetap kuat bertahan di tenggerannya. Gunakan pula tenggeran yang mempunyai permukaan kasar dan tidak licin, misalnya dari ranting pohon asem, atau menggunakan tenggeran kayu yang dipahat selain itu jangan biasakan menggunakan tenggeran permukaan yang seperti amplas karena tenggeran seprti itu jika terus digunakan bisa memberi dampak yang kurang baik bagi burung. 

6. Tempat makan dan minum 

Untuk mencegah burung kacer tidak fokus sewaktu bertanding, banyak penggemar yang mengangkat tempat makan dan tempat minum sebelum burung digantang.  


Sumber :  http://www.agrobur.com/





Selasa, 30 September 2014

Tujuh pakan tambahan favorit untuk burung kenari dan paruh bengkok

Berikut ini tujuh pakan tambahan favorit untuk burung Kenari dan paruh bengkok.
pakan tambahan untuk kenari
Kenari dan burung paruh bengkok butuh pakan 
tambahan selain biji-bijian.
Burung peliharaan, baik  pemakan serangga maupun pemakan biji-bijian, tentu butuh asupan nutrisi yang bisa didapatkan dari pakan tambahan / extra fooding (EF). Kenari, finch, dan burung paruh bengkok sama-sama pemakan bijian. Adapun pakan tambahan yang menjadi favoritnya adalah sayuran dan buah-buahan.
Untuk membantu Anda dalam memberikan EF yang tepat, berikut ini tujuh EF yang biasa diberikan kepada kenari / finch dan burung paruh bengkok, disertai beberapa manfaatnya. Kita mulai dari gambas atau bisa disebut oyong.
1. Gambas / oyong 
Gambas atau oyong untuk burung
Gambas atau oyong untuk burung peliharaan.
Gambas atau sering disebut juga oyong (Luffa acutangula) merupakan tanaman dari suku labu-labuan atau Cucurbitaceae. Tanaman ini bersifat merambat, yang bisa hidup di mana saja selama lingkungannya kering, dengan ketersediaan air yang cukup sepanjang musim.
Kulit oyong cukup keras. Jadi, sebelum diberikan kepada kenari maupun paruh bengkok, oyong harus dipotong-potong dulu (lihat gambar atas sebelah kanan), sehingga terlihat dagingnya. Rasanya sedikit manis, dan banyak mengandung air, sehingga mudah dicerna oleh burung-burung kecil seperti kenari / finch maupun paruh bengkok.
Setiap 100 gram oyong mengandung 1,09 gr protein, 17 mg kalsium, 1,6 mg zat besi, 5,6 IU vitamin A, dan 7 mg vitamin C. Manfaat bagi burung antara lain bisa membantu membuatnya makin rajin berbunyi.
Namun perlu diingat, pemberian oyong secara terus-menerus tidak dianjurkan, karena bisa memberi dampak tidak bagus, karena bisa membuat kotoran burung berair. Jadi, cukup diberikan sekali saja dalam seminggu.

2. Buah apel
Burung makan apel
Burung paruh bengkok doyan banget makan apel.
Siapa sih yang tidak mengenal tanaman dan buah apel (Malus domestica). Buahnya berwarna kemerahan jika sudah masak, meski ada juga strain apel dengan daging buah berwarna hijau atau kuning. Kulit buahnya cukup lembek, tetapi daging buah cukup keras dan terdapat beberapa biji di dalamnya, kecuali strain yang sengaja didesain tanpa biji.
Apel biasanya diberikan kepada burung pemakan buah dan / atau pemakan biji-bijian. Cara pemberiannya dapat dilakukan dengan memotong menjadi empat bagian, kemudian 1 bagian digantung di dalam sangkarnya menggunakan pengait buah.
Yang penting, sebelum diberikan kepada burung, sebaiknya biji yang terdapat di dalamnya dibersihkan dulu. Sebab biji apel dalam berbagai literatur disebutkan mengandung racun yang bisa mengganggu kesehatan burung.
Ada beberapa manfaat buah apel bagi burung peliharaan Anda, antara lain:
  • Kaya serat, sehingga sangat baik diberikan kepada burung yang menjalani diet akibat kegemukan. Kandungan serat yang tinggi bisa membuat burung tidak cepat merasa lapar, dan berguna mengurangi lemak dan kolesterol jahat.
  • Kaya vitamin. Apel memiliki banyak kandungan vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, B9, dan vitamin C.
  • Kaya mineral. Apel memiliki kandungan mineral cukup tinggi, terutama kalsium, magnesium, potasium, zat besi, dan zincum / seng.
  • Mengandung tanin, yaitu zat yang bermanfaat untuk membersihkan saluran tenggorokan sehingga dapat mencegah atau mengurangi potensi suara serak pada burung kicauan Anda.
  • Mengandung quercetin, yaitu zat yang dibutuhkan untuk meningkatkan antioksidan, sehingga burung menjadi lebih sehat dan relatif tahan terhadap serangan penyakit.
  • Mengandung asam tartar yang bermanfaat membantu pencernaan burung. Zat ini mampu membunuh bakteri yang ada di dalam saluran pencernaan burung.
Selain diberikan dalam bentuk buah, apel juga bisa diberikan dalam bentuk fermentasi seperti cuka apel.


3. Jagung muda
Kenari makan jagung
Asyiknya kenari menyantap jagung.
Jagung muda memiliki banyak kandungan vitamin yang bermanfaat untuk burung pemakan bijian seperti kenari, finch, lovebird, parkit, dan berbagai jenis burung paruh bengkok.
Untuk hasil yang optimal, maka sebelum diberikan, jagung disayat-sayat terlebih dulu dengan pisau, sehingga memudahkan burung-burung kecil seperti kenari atau finch untuk mengkonsumsinya.
Berikut ini beberapa manfaat jagung muda pada burung kicauan:
  • Memperlancar pencernaan
  • Menyehatkan mata
  • Kaya kalori dan vitamin
  • Kaya mineral
  • Mencegah anemia
  • Membantu menyehatkan bulu-bulu burung
4. Wortel
Parkit akan wortel
Burung parkit makan wortel.
Wortel termasuk jenis sayuran yang umum, murah, mudah didapat, serta memiliki banyak manfaat. Wortel bisa diberikan kepada semua jenis burung pemakan biji-bijian dengan cara bervariasi.
Pemberian wortel pada burung kicauan juga bisa membantu menghasilkan pigmen warna, terutama untuk burung dari jenis kenari merah. Sebab wortel memiliki karotein yang sangat dibutuhkan untuk itu.
Cara penyajian wortel biasanya dilakukan dengan memarutnya. Sebaiknya direbus terlebih dahulu, kemudian diparut dan diberikan kepada burung.

5. Cabai merah
Burung makan cabai
Burung pun doyan makan cabai merah.
 Cabai merah sangat bermanfaat untuk burung peliharan. Selain memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, cabai merah juga mempunyai kandungan zat warna merah atau karotein sebagaimana wortel.
Cabai merah bisa disajikan dengan beragam cara. Misalnya diberikan hanya bagian kulitnya saja, sedangkan bijinya dibuang atau boleh juga diberikan dalam bentuk utuh, seperti terlihat pada gambar di atas. Burung tidak mempunyai reseptor rasa, sehingga mereka tidak merasakan panas atau pedas dari cabai.

6. Mentimun
Burung memakan mentimun
Burung memakan mentimun.
Mentimun / ketimun / timun (Cucumis sativus) adalah tanaman dari suku labu-labuan atau Cucurbitaceace. Kandungan airnya cukup tinggi, sehingga banyak diberikan kepada kenari saat cuaca terik. Mentimun juga sering diberikan kepada burung yang akan melakukan perjalanan jauh.
Manfaat lain dari mentimun adalah membantu mengurangi lemak pada burung yang mengalami obesitas, dan mengurangi birahi burung kenari yang mengalami OB (over birahi).
Pemberiannya dilakukan dengan memotong mentimun, lalu menggantungnya dalam sangkar menggunakan pengait buah. Di beberapa negara Asia, mentimun saat ini menjadi pakan favorit. Namun penyajiannya agak berbeda, yaitu hanya diambil biji-bijinya, kemudian dikeringkan dan diberikan kepada burung.

7. Daun sawi
Sayuran hijau sangat bermanfaat bagi burung
Sayuran hijau sangat bermanfaat bagi burung.
Daun sawi termasuk sayuran hijau yang sering diberikan kepada burung pemakan biji-bijian sebagai pakan tambahan yang penuh manfaat. Sawi kaya antioksidan flavonoid, indoles, sulforaphane, karoten, lutein, dan zeaxanthin. Daun sawi segar juga banyak mengandung vitamin C dan vitamin A.
Sawi sangat baik diberikan kepada burung pemakan biji-bijian seperti kenari, finch, dan paruh bengkok, karena sebagian besar kandungan nutrisinya bermanfaat untuk pencernaan burung, termasuk memudahkan burung saat buang kotoran.

Sumber : http://omkicau.com/








Jumat, 26 September 2014

Tips penjemuran burung kicauan

Sinar matahari merupakan variabel penting dan bahkan utama dalam kehidupan burung, termasuk burung kicauan yang dipelihara para penghobi burung. Keperluan sinar matahari yang utama adalah untuk:
1. Pengubahan pro vitamin D menjadi vitamin D di dalam tubuh burung.
2. Membunuh jamur dan mikroba di sangkar dan di tubuh burung.
3. Menghangatkan tubuh burung.
Di luar ketiga hal itu, masih banyak kegunaan sinar matahari tetapi yang utama adalah ketiga hal tersebut di atas.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penjemuran:
1. Jemur dari waktu sepagi mungkin, bahkan kalau bisa sebelum waktu fajar sehingga sekaligus untuk pengembunan. Pengembunan bagus dilakukan untuk burung agar mereka bisa mendapatkan kesegaran udara pagi hari, yang diasumsikan kondisi udaranya masih bersih tidak terkena polusi debu siang hari.
2. Jangan lakukan penjemuran melewati pukul 09.00 karena selepas waktu itu sinar ultarviolet bisa membuat bulu burung rusak. Selepas waktu itu, bisa dilakukan untuk penanganan atau treatment khusus burung untuk tujuan tertentu misalnya lomba, membuat tambah gacor, lebih ramping dan sebagainya.
3. Jangan menjemur dengan sangkar dikerodong, khususnya untuk daerah panas. Penjemuran dengan sangkar burung dikerodong, bisa menyebabkan burung mendapat panas yang berlebihan. Burung bisa kekurangan oksigen dan bisa mati kepanasan. Untuk daerah dingin, hal ini bisa jadi tidak menimbulkan masalah serius.
Untuk penghobi yang bekerja pagi-malam
Untuk penghobi yang harus berangkat kerja pagi hari dan pulang sore hari, bisa menempatkan burung di tempat tertentu di mana burung mendapatkan sinar matahari dan pada sekitar pukul 09.00 sinar matahri sudah tertutup atap/dedauaan. Kalau kondisi tidak memungkinkan, maka lakukan penjemuran pada pagi hari minimal sepekan sekali (waktu libur dan sebagainya).
Sebelum atau sesudah dimandikan?
Kalau Anda mengeluarkan burung sejak subuh, maka burung bisa dimandikan dalam karamba pada pagi hari antara pukul 06.00 – 07.00 dan bisa langsung dijemur karena sinar matahri belum panas sehingga tidak membuat bulu mengkerut/keriting.
Kalau Anda memandikan selepas pukul 08.00, maka sebelum dijemur perlu diangin-anginkan dulu sehingga kondisi bulu sudah teratur rapi (dirapikan si burung sendiri).
Kalau Anda langsung menjemur setelah burung dimandikan dalam kondisi sinar matahari yang sudah panas, maka sebelum bulu sempat dirapikan burung, maka bulu sudah telanjur kering. Hal ini menyebabkan bulu menjadi keriting, tidak tertata rapi.
Soal menjemur apakah sebelum atau sesudah dimandikan, jika hal itu dilakukan semua pada pagi hari, maka tidak ada perbendaannya. Tetapi kalau dengan sangat terpaksa Anda hanya bisa memandikan burung setelah burung dijemur (belum sempat memandikan pada pagi hari misalnya), maka sebelum memasukkan ke karamba atau disemprot, pastikan burung sudah diangin-anginkan dulu sehingga suhu tubuhnya sudah turun.
Bagaimana jika kesempatan untuk memandikannya hanya pada sore hari? Nggak masalah, enjoy saja. Mandikan burung, diangin-anginkan dan dijemur dengan panas matahari sore (sebaiknya selewat kam 16.00 sehingga sinar matahari sudah tidak terlalu panas.
Benarkah penjemuran bisa mengurangi kegemukan?
Bisa dikatakan iya, tetapi hubungannya tidak langsung. Dengan burung dijemur, maka dia merasa panas dan kehausan. Dalam kondisi seperti ini burung akan lebih banyak minum ketimbang makan, dan karenanya konsumsi karbohidrat berkurang sehingga tidak banyak terjadi penumpukan lemak. Atau, burung bisa mendapatkan tenaga dari pembakaran lemak tubuhnya sehingga burung bisa menjadi lebih langsing.
Apakah penjemuran bisa membakar lemak? Nah hal ini hanyalah mitos. Tidak ada cerita bahwa sinar matahari bisa menyebabkan terjadinya pembakaran lemak di dalam tubuh. Cairan yang keluar dari tubuh burung yang dijemur bukanlah hasil pembakaran lemak tetapi cairan air. Itulah mengapa burung yang banyak jemur bisa terlihat singset karena dia tidak banyak mengonsumsi karbohidrat tetapi air.
Perlu ditekankan lagi bahwa burung akan mengeluarkan banyak energi yang bisa memacu pembakaran lemak (dengan asumsi ada pembatasan pakan) sehingga burung langsing adalah ketika dia banyak dimandikan. Dengan banyak dimandikan, maka burung akan banyak melakukan gerakan-gerakan menata bulu (didis-bahasa Jawa). Pada saat yang sama, untuk menghangatkan badan, burung memerlukan energi. Jika dari sisi pakan ada pengurangan karbohidrat, maka mau tidak mau burung akan melepas lemak di tubuhnya dan dibakar sehingga berubah menjadi energi. Maka menjadi langsinglah dia.
Jenis burung dan keperluan jemur
Masing-masing jenis burung memerlukan treatment yang berbeda dalam penjemuran. Hal itu disesuaikan dengan kebiasaan burung sejenisnya di alam.
1. Untuk burung-burung jenis anis, seperti anis merah atau punglor merah, anis kembang, anis macan; kacer poci atau sekoci dan kacer hitam, sulingan atau tledekan, jenis-jenis cucak, murai batu dan sebagainya, maka keperluan mereka untuk penjemuran relatif sedikit dibandingkan jenis burung pemakan biji-bijian.  Sebab burung jenis-jenis itu di alam sana hidup di antara pepohonan yang rindang dan tidak terbiasa berjemur berlama-lama.
2. Untuk burung-burung jenis pemakan biji seperti kenari, gelatik, branjangan, perkutut, derkuku, lovebird dan beberapa  burung paruh bengkok lain, bisa dilakukan penjemuran relatif  lebih lama ketimbang burung-burung jenis anis ataupun cucak. Bahkan dalam berbagai kasus, beberapa burung yang macet bunyi bisa diterapi dengan  penambahan waktu jemur diimbangi dengan banyak mandinya. Misalnya lovebird atau kenari, memerlukan panas yang relatif banyak.
Burung-burung pemakan biji umumnya hidup di padang rumput, ladang jagung, gandum, milet dan sebagainya yang merupakan daerah terbuka dan banyak kena sinar matahari.
3. Ada beberapa pengecualian dalam hal ini, misalnya untuk burung jalak suren, kakatua, pentet atau cendet dan beberapa burung lainnya. Burung jalak suren misalnya, meski dia bukanlah pemakan  biji tetapi pada habitat aselinya dulu dia selalu berada di persawahan atau rawa-rawa yang relatif mendapat banyak sinar matahari. Meski demikian, burung jalak suren tidak memerlukan penjemuran yang lama jika dipelihara di rumahan.
Sedangkan burung kakatua dan bebera jenis nuri, meskipun mereka pemakan biji-bijian tetapi mereka lebih banyak berasal dari habitat hutan dengan memakan biji-bijian dari pepohonan yang besar dan rindang.
Sedangkan untuk burung pentet atau cendet, dia adalah burung pemakan serangga dan bahkan juga makan burung lain yang lebih kecil (predator), terutama anakan di sarang. Di Bali sana misalnya, burung pentet atau cendet adalah musuh utama para pemilik penangkaran alam anis merah, selain ular dan biawak serta beberapa jenis hewan pemangsa anakan anis merah lainnya. Cendet atau pentet terbiasa bertengger di pucuk pohon yang tinggi atau bebatuan dan sebagainya ketika mengincar mangsanya. Dengan demikian pentet bisa tahan berjam-jam di bawah sinar matahari.
Ada beberapa pengecualian untuk beberapa jenis burung lain yang tidak saya sebutkan di sini. Tetapi, sementara ini dulu ya artikel tentang penjemuran untuk burung kicauan.

Sumber :  http://omkicau.com/